|
Judul Buku
|
:
|
Kiai Hamam Djafar dan P. Pabelan
|
|
Penulis
|
:
|
Ajip Rosidi
|
|
Penerbit
|
:
|
Pustaka Jaya
|
|
Tahun
Terbit
|
:
|
2009
|
|
Tempat
|
:
|
KSW
|
|
ISBN
|
:
|
9789794193471
|
|
Jenis Buku
|
:
|
Biografi
|
|
Sumber
|
:
|
|
|
Sinopsis
|
:
|
|
|
|
|
|
|
Pondok Pabelan bukan lembaga yang
bernaung di bawah salah satu organisasi Islam, baik Muhammadiyah maupun
Nahdlatul Ulama (NU). Jati diri Pondok tampak dalam ajaran pluralisme sang Kiai
tidak terhenti antar dan lintas iman, tetapi juga antar kelompok dalam tubuh
Islam sendiri. Berulang kali Kiai meledek konflik NU dan Muhammadiyah dengan
ungkapkan, "Santri Pabelan jangan sibuk dengan NU atau Muhammadiyah. Kita
bisa menjadi Muhammad NU atau Nahdlatul Diyah". Jadi, identitas picik
aliran ditumpulkan dan dikarikaturkan dengan jenaka oleh sang Kiai. Tetapi
tradisi ritual Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah juga dihargai, seperti halnya
para sesepuh Pabelan yang lekat dengan ke-NU-annya digelarkan sajadah untuk
jadi imam solat dengan qunut atau tarawih 21 rakaat.
Pabelan menjadi ladang subur sikap
multikultural. Pabelan menyediakan ruang dialog yang 'bebas risiko' bagi
masalah perbedaan agama, perbedaan aliran agama, perbedaan etnis dan ekspresi
budaya. Para romo dan suster dapat berinteraksi dan saling belajar tentang
masalah-masalah sensitif keagamaan dengan Kiai dan para santri Pondok Pabelan.
K. H. Hamam sendiri bersahabat dengan pemimpin dan penganut agama lain, antara
lain sahabat dekat Romo Y. B. Mangunwijaya.
Buku ini menghimpun tulisan
berbagai pihak yang mempunyai ikatan emosional yang kuat kepada sang Kiai dan
Pondok: para mantan santri, keluarga, guru, dan para sahabat. Mereka menyoroti
apa adanya tentang sosok dan jati diri sang Kiai dan sekaligus jati diri Pondok
Pabelan secara utuh.
| ||
Kiai Hamam Djafar dan P. Pabelan
Posted by Unknown
Posted on 7:46 PM
with No comments
Labels:
2009,
Ajip Rosidi,
Biografi

0 comments:
Post a Comment